Monday, July 16, 2012

"Seper-10, seper-20, seper-30 Silahkan! Asal Rela. Demi Untuk Kemuliaan Tuhan".


NAS : Ulangan 26:12-15

Saudara-saudara, persembahan persepuluhan adalah salah satu topik yang paling peka dalam pengajaran gereja. Disatu sisi persembahan persepuluhan harus diajarkan agar anggota jemaat imannya bertumbuh, tapi di sisi lain pengajaran tentang persembahan persepuluhan menimbulkan apatisme jemaat terhadap gembala/hamba Tuhan. Hal itu terjadi kemungkinan karena banyak kasus manipulasi pengajaran persembahan persepuluhan yang dilakukan oknum pendeta yang berusaha mendapatkan kekayaan duniawi bagi dirinya sendiri dengan dalih bahwa persembahan persepuluhan itu diperuntukan untuk pelayanan Tuhan.


Ini merupakan realitas, bahwa ada kelompok hamba Tuhan yang mengklaim semua persembahan persepuluhan merupakan milik dan hak prerogatifnya. Dengan motif ini, maka tidak heran jika kelompok seperti ini cenderung ingin membuka gereja sendiri agar ia bisa mendapatkan hak ini. Semakin besar jumlah jemaatnya maka semakin besar uang yang akan didapatkan. Biasanya para asistennya mendapatkan gaji atas kemurahan Pendetanya sebagai penerima persembahan persepuluhan tersebut. Itulah sebabnya terkadang terdengar pelaksanaan yang ekstrim dalam pemungutan persembahan ini. Bahkan ada yang mengawasi jemaatnya hingga pada penjualan ayam, si pendeta ikut ke pasar agar ia tahu jumlah harga jual ayam itu, dan ia langsung meminta sepersepuluh dari penjualannya. Ada juga yang menentukan minggu tertentu sebagai minggu pengumpulan persembahan persepuluhan dan ketika jemaat tertentu tidak hadir pada kebaktian itu, keesokan harinya pendetanya mengirimkan utusan ke rumah jemaat itu dengan membawa amplop persepuluhan agar dibayarkan. Kedengarannya hal tersebut agak aneh, tetapi itu telah dilakukan kelompok tertentu dan membuktikan bahwa ada penyimpangan mengenai persembahan persepuluhan ini.

Makanya di dalam beberapa kebaktian, sering terdengar pemimpin puji-pujian/liturgos atau hamba Tuhan memotivasi anggota jemaat agar banyak-banyak memberi dengan berbagai cara penyalahgunaan ayat Alkitab. Misalnya, menjanjikan bahwa kalau kita memberi banyak, maka kita akan mendapat banyak; penjelasan ini dirangkum dalam hukum tabur tuai (padahal ketika Alkitab berbicara mengenai tabur tuai pokok persoalannya mengenai perbuatan dalam daging dan perbuatan dalam roh, bukan mengenai persembahan uang). Atau melalui intimidasi. Jemaat ditakut-takuti dengan ancaman: bila tidak memberi persepuluhan atau persembahan yang “pantas”, maka Tuhan akan menghukum dengan mengirimkan belalang pelahap, kutuk dan berbagai tulah atau hukuman yang merusak hidup ekonomi, bisnis dan pekerjaannya. 

Lewat nas hari ini, rasanya perlu untuk meluruskan sesuatu yang memang harus diluruskan, sehingga ada rasa kenyamanan antara Gembala dan Jemaat. 
Saudara-saudara, ayat 12 dalam nas hari ini telah cukup memberikan gambaran bagi kita dalam memaknai arti persepuluhan. Jika ayat tersebut disederhanakan tanpa mengurangi suatu makna di dalamnya, maka ;persepuluhan merupakan ucapan syukur umat atas kasih Allah yang telah diterima dari Tuhan dan ia bersifat sosial dalam persekutuan jemaat serta sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menunjang kehidupan pekerjaan Tuhan, sehingga semua pelayanan dapat berjalan dengan baik.

Sekarang Bagaimana Konsep Ajaran GKE Tentang Persepuluhan?
"Persembahan persepuluhan adalah memberikan dan menyerahkan sepersepuluh bagian dari milik atau hasil yang didapat untuk mendukung pelayanan gereja, terutama dalam kaitan dengan pelayanan diakonia gereja. Persembahan persepuluhan dilaksanakan sebagai salah satu sumber pemasukan keuangan gereja (Peraturan GKE Nomor 13 Tahun 2011 Pasal 1 "mengenai sumber-sumber keuangan GKE"), namun harus diserahkan dengan rasa syukur, sukacita dan sukarela, tidak dengan dukacita atau terpaksa. Dan Waktu pernyerahan persembahan tersebut disesuaikan dengan saat ketika anggota jemaat merasa memperoleh berkat dari Tuhan dan dalam kesadaran iman bahwa saat itu adalah saat yang tepat untuk menyatakan syukur kepada Tuhan dalam bentuk dalam bentuk persembahan persepuluhan.

Saudara-saudara, lalu apa kesimpulan dari nas kita hari ini, khusus tentang persepuluhan? Walaupun tidak ditentukan sebagai suatu peraturan, tetapi tidak ada satu ayatpun yang telah pernah membatalkan persembahan persepuluhan. Artinya kita seharusnya menjalankannya, tetapi bukan sebagai tuntutan Taurat. Rasul Paulus berkata di dalam 1 Kor. 16 : 2 : “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kami masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu diadakan, kalau aku datang”.
Di sini tidak disebut persepuluhan, tetapi ditentukan suatu hari di dalam satu minggu. Disamping itu pula pelaksanaan pemberian harus sepadan dengan kerelaan dan berdasarkan yang ada pada seseorang (2 Kor. 8 : 11). 
Akhirnya, saya mau katakan bahwa Tuhan kita ialah Tuhan yang tidak memaksa, tetapi Tuhan yang menghendaki umat pilihan-Nya dengan kesadarannya sendiri untuk mengasihiNya.
Saudara-saudara, marilah kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dalam hal memberi persembahan/persepuluhan dengan mengajukan pertanyaan : Sudahkah kita mempersembahkan persembahan dengan penuh syukur? Sudahkah kita berikan dengan jujur? Atau, sudahkah kita berikan persembahan dengan hati rela dan sukacita? Biarlan Tuhan Yesus memberkati setiap persembahan saudara. IMANUEL.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment