Monday, July 23, 2012

CURIGA ITU SEPERTI API


NAS : 2 SAMUEL 10:1-19

PERKENANKAN SAYA UCAPKAN SYALLOM UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU YANG ADA DI DUNIA MAYA!!!!
SAUDARA, nas kita hari ini menceritakan tentang Daud yang ingin menjalin hubungan persahabatan dengan Hanun bin Nahas. Persahabatan Daud ini ditandai dengan mengirimkan pegawai-pegawainya untuk menyampaikan keturut-berdukaannya terhadap kematian ayah dari Hanun bin Nahas.
Namun ternyata itikad baik dari Daud ini tidak mendapat respon, sebab para pemuka-pemuka kerajaan bani amon saat itu menilai bahwa ketika Daud mengirimkan pegawai-pegawainya bukan murni untuk menjalin persahabatan tapi Daud ingin memata-matai kerajaan mereka dan inilah informasi yang disampaikan kepada Hanun bin Nahas saat itu. Dan parahnya Hanun langsung merespon informasi tersebut tanpa menelitinya terlebih dahulu. Intinya kecurigaan sudah menguasai pikiran mereka. Itikad baik si Daud adalah kepura-puraan saja, dan inilah yang mungkin sudah terkonsep dalam mindset mereka. YA!! MEREKA DIKUASAI OLEH KECURIGAAN!!!


Alasan mengapa saya mengatakan mereka dikuasai oleh kecurigaan adalah terlihat dari tindakan si Hanun. Coba kita lihat di nas, karena saking curiganya, Hanun memperlakukan para utusan Daud dengan sangat tidak tidak hormat. Mereka bukan hanya ditangkap, janggut mereka juga dicukur sampai setengahnya, dan pakaian mereka pun dipotong hingga menyingkap bagian tubuh yang tak pantas terlihat (2 Samuel 10:4). Tindakan itu bukan hanya menghina dan mempermalukan para utusan Daud, tetapi secara tidak langsung berarti menghina Daud juga. Sebab dalam budaya zaman itu, janggut menandakan kearifan dan derajat seseorang. Kaum laki-laki Israel membiarkan janggut memenuhi dagu dan rahang mereka untuk membedakan statusnya dengan para budak. Yang berdagu licin (tidak berjanggut) adalah kaum budak. Dengan demikian Hanun bukan hanya menolak tawaran persahabatan Daud, tetapi juga merendahkan derajat umat Israel setara budak.
Nah, akibat perlakuan Hanun ini akhirnya membawa kerugian yang besar bagi kerajaan dan dirinya sendiri. Peperangan terjadi dan dia mengalami kekalahan yang telak. Inilah alhasil dari kecurigaan yang berlebihan atau alhasil dari pola pikir yang negatif.

Lalu apa aplikasi nas bagi kehidupan kita sekarang?
Sebagaimana yang kita ketahui, perasaan curiga dan mencurigai atau negative thingking adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Tapi, bila seseorang tidak mampu mengendalikan perasaan curiganya, maka dia akan hidup dalam keraguan dan ketidakdamaian hati. Dalam kata lain, dia akan menderita dan cemas terhadap hal-hal yang dia curigai tersebut.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan atas dasar kepercayaan. Saling percaya dan saling berbagi dalam kejujuran, dan tidak membohongi atau mencurangi satu sama lain adalah fondasi yang baik untuk menghapus perasaan curiga dan mencurigai. Pada dasarnya, setiap orang berhak untuk memiliki perasaan curiga. Sebab, curiga dan mencurigai adalah hak pribadi seseorang, tapi jangan sampai perasaan curiga menjadi kekuatan yang merusak niat baik dan kedamaian kehidupan.

Lalu bagaimana caranya kita merubah rasa curiga atau nagative thingking tersebut?
Salah satu cara melepaskan diri dari perasaan curiga/pikiran negatif yang berlebihan adalah dengan merubah mindset, dan mencari akar penyebab munculnya perasaan curiga tersebut. Lalu, memulai kehidupan baru dengan menguasai pikiran dan perasaan untuk difokuskan kepada hal-hal positif yang mana di dalamnya adalah "semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."(filipi 4:8) Dan, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kolose 3:2).

Karena itu merasa perlu kiranya melatih diri kita untuk berpikir secara positif. Dan berlatih untuk berpikir perkara yang di atas yaitu pengenalan akan Kristus. Karena itu saya mengajak kita agar selalu membaca Firman Tuhan, sebab dengan demikian kita melatih pikiran kita kepada kebenaran dan kehendakNya.

INGAT!!! “Perasaan Curiga Itu Seperti Api, Kalau Kecil Bermanfaat, Tapi Kalau Sudah Sangat Besar Bisa Membakar Kehidupanmu." 
Kecurigaan yang besar akan bisa menghancurkan keluargamu, menghancurkan hubungan dengan kakasihmu, menghancurkan masa depanmu, dst. 
SO, STOP CURIGA YANG BERLEBIHAN!!! IMANUEL.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment